siapa tokoh utama pada cerita pendek antara bulan dan bintang

Bacalahteks berikut ini dengan cermat! Di sebuah hutan terdapat seekor anjing yang sedang mengejar kelinci. Kelinci tersebut dengan cekatan bersembunyi di dalam semak-semak. Setelah lelah mencari keberadaan dari kelinci tersebut kesana kemari, akhirnya sang anjing pun menyerah. Kejadian tersebut ternyata disaksikan oleh si Kancil dari kejauhan. SittiNurbaya (Kasih Tak Sampai), adalah roman yang paling populer di antara roman-roman dan novel yang pernah terbit di Indonesia. Pengarangnya seorang dokter hewan sekaligus menjadi sastrawan kelahiran Padang 7 Agustus 1889, Marah Rusli. Romannya penuh dengan gagasan yang mendahului zaman dia hidup. Mungkinkah banyak yang sedang membutuhkan jawaban atas pertanyaan: 1. Siapa tokoh-tokoh yang terdapat dalam cerita tersebut?Tokoh-tokoh yang terdapat dalam cerita ters, betul sekali sobat berada di situs yang akurat.Di halaman ini ada beberapa jawaban mengenai pertanyaan itu. Silakan baca lebih lanjut. Sekarang mari kita pelajari keragaman sifat individu? Apa saja sifat individu yang telah kamu ketahui? Amatilah gambar-gambar berikut. - Halaman all 12Jenis- Jenis Karakter Tokoh dalam Cerita. Dalam sebuah novel, cerita pendek atau cerpen, cerita bersambung atau cerbung, drama, dan karya sastra lain tentu kita mengenal karakter tokoh. Tapi kita kadang belum memahami kira-kira apa jenis-jenis karakter tokoh yang ada di dalam cerita tersebut. Oleh sebab itu, sebagai penulis tentu saja Anda Site De Rencontre D Homme D Affaire Gratuit. Cerpen Tulisan HRainKategori Cerpen Fantasi Fiksi Lolos moderasi plong 21 March 2018 Ketika malam mulai menampakkan diri, bulan terlihat menyigi, seakan dialah benda minimum indah di angkasa. Meskipun dia sendiri luang, bintanglah yang selalu menyinarkan kilat yang begitu nyaman untuk bumi. Bintang pun yang membuat wulan dapat memiliki semarak. Dengan kekejian hatinya, bintang seakan enggak mempedulikan semua sanjungan cak bagi bulan, mereka dengan tunak tetap menggauli malam kelam di bumi. Ketika semua orang sibuk memuji bulan, tanda jasa hanya dapat tersenyum, lain ada sedikitpun permusuhan nan menyelimutinya. “Wahai bintang, kenapa kamu tetap sengap, padahal bulan yang selalu dipuji untuk kerja kerasmu?” tanya mayapada suatu malam. Dengan senyuman yang begitu manis, bintang menjawab dengan kelembutannya. “Lalu aku harus bagaimana? Bukankah itu memang tugasku untuk menemani lilin lebah yang begitu cerkau? Apakah aku harus sentimen? Sedangkan Dia tidak koneksi marah lamun hamba-Nya lupa.” “Barang apa kamu benar-bermoral tidak kepingin menerima penghormatan?” soal Kilangangin kincir yang ikut dalam ura-ura. “Meskipun tidak dipuji, apa itu membentuk sinarku menghilang? Tidak.., aku tidak butuh pujian untuk mengawani malam.” “Apa engkau tidak ingin menjadi bulan?” tanya mayapada lagi. Dengan tersenyum medali menggeleng lembut. “Aku menaksir diriku apa adanya, lamun banyak yang memuji bulan, setia suka-suka yang sempat bahwa aku nan menemani malam mereka. Itu sudah cukup untukku. Aku tetapi ingin hidup bahagia dengan menjadi diriku seorang.” Begitulah sang medalion, meskipun banyak nan lain mempedulikannya, anda tetap menjalankan tugasnya tanpa merasa terbebani. Hatinya terlalu suci untuk merasa iri kepada rembulan. Meskipun banyak yang memuji bulan atas apa yang engkau buat, itu tidak membuatnya marah ataupun memusuhi bulan. Dia sangat dekat dengan sang bulan. Cerpen Karangan HRain Facebook Hilya Cerpen Antara Bulan Dan Bintang merupakan kisah pendek karangan HRain, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya. “Engkau senang cerpen ini?, Share donk ke temanmu!” Share ke Facebook Twitter WhatsApp ” Baca Juga Cerpen Lainnya! “ Sarjana Mesin hitung Oleh Nanda Insadani Akulah si jauhari mesin hitung. Di dunia ini, hanya aku yang memiliki gelar tersebut. Semenjak aku berdampak menyelesaikan pendidikanku dan berhasil juga menyematkan gelar tersebut di bokong namaku, aku semakin Lana Oleh Ams El Rumi Purnama bergelayut di petala langit menghias malam. Bersama jutaan gemintang begitu juga lentera internal liang yang dikelilingi kunang-kunang. Semilir angin menerjang dedaun rindang. Satu-dua daun berlepasan ke jalan tanah lain The Witches Makanya Alessia Glavyn Penyihir tua itu terlihat sedang meracik sebuah ramuan dengan memasukkan beberapa bahan-bulan-bulanan ajaib di dalamnya. Sambil tertawa tercekik, ia menambahkan sebuah bahan yang ajaib dan terlarang ke dalam penampungan Aku Tak Hubungan Dilahirkan? Maka dari itu Cintya Karuniadevi Tettt tetttt tetttttt… “Raya… bukain pintu sokong. Ibu masih di kamar mandi nih” The boys know what you’re giving You give the boys such a lot of fun And Profeta dan Jagad Raya Makanya Affan Abiyyu Jagad Raya telah berada di titik kehancurannnya. Tak ada kembali yang namanya kesentosaan. Tidak ada juga perkawanan, pendamping, teman dan belalah. Semua orang memikirkan dirinya sendiri, berusaha untuk konsisten “Hai!, Apa Sira Suka Untuk Cerpen Juga?” “Kalau iya… jangan tengung-tenging bakal mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melewati pekarangan yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen semenjak seluruh Indonesia sudah lalu ikut meramaikan loh, bagaimana dengan engkau?” Bulan. Objek paling terang sekaligus paling besar yang tampak di langit malam. Tapi wajah Bulan juga senantiasa berubah, dan secara berkala menghilang dari langit malam. Bulan. 17 Juli 2019. Kredit Avivah Yamani/langitselatan Bulan memang penerang di langit malam. Tapi Bulan juga punya banyak cerita dalam berbagai kebudayaan. Ada banyak mitos dan cerita rakyat yang dibangun berdasarkan keyakinan masyarakat tentang pengaruh Bulan pada kehidupan manusia. Bulan juga diyakini memiliki kehidupan lain. Dalam cerita rakyat Jawa Barat, Bulan dihuni oleh Nini Anteh dan kucingnya. Dari cerita rakyat di China, ada Chang’e dan kelincinya, Yutu yang hidup di Bulan. Dari Jepang ada kisah Kaguya, sang putri dari Bulan. Di Selandia Baru ada kisah Rona, gadis Maori yang ditarik ke Bulan. Dalam budaya Yunani ada dewi Bulan, Selene dan bagi bangsa Romawi, sang dewi Bulan dikenal sebagai Dewi Luna. Keberadaan benda langit memang seringkali diasosiasikan dengan banyak hal. Jadi tak heran jika cerita tentang Bulan ada dalam cerita rakyat berbagai kebudayaan. Apalagi pergerakan Bulan di langit juga digunakan sebagai penentu waktu, dalam hal ini kalender Bulan untuk penentuan hari-hari keagamaan. Yang paling kita kenal di Indonesia adalah kalender Hijriyah. Tapi, seperti apakah Bulan yang sebenarnya? Pengiring Bumi Bulan adalah objek paling dekat dengan Bumi. Jaraknya hanya km. Meskipun terang, Bulan tidak memancarkan cahaya. Sinar Bulan yang menerangi malam merupakan cahaya Matahari yang dipantulkan permukaan Bulan ke Bumi. Bulan juga bukan planet. Ia adalah pengiring Bumi. Jadi, planet biasanya memiliki benda-benda kecil yang mengiringinya yang disebut satelit. Di Tata Surya, hanya Merkurius dan Venus yang tidak punya satelit. Bumi punya satu satelit alam yakni Bulan. Sebagai pengiring, Bulan mengelilingi Bumi, dan bersama Bumi, keduanya mengitari Matahari. Bulan yang diameternya km membutuhkan waktu 27,3 hari untuk mengelilingi Bumi dan berputar pada porosnya. Karena itu, kita hanya bisa melihat sisi yang sama dari wajah Bulan, atau dengan kata lain, Bulan terkunci secara gravitasi oleh Bumi. Ilustrasi pembentukan Bulan. Kredit Wikimedia Bulan terbentuk 4,45 miliar tahun lalu tak lama setelah Bumi terbentuk. Bulan terbentuk dari puing-puing tabrakan benda sebesar Mars dengan Bumi muda. Tabrakan tersebut terjadi tak lama setelah Bumi terbentuk. Puing-puing hasil tabrakan kemudian menjadi cincin yang mengelilingi Bumi dan bergabung membentuk Bulan yang massanya 7,35 ×1022 kg atau 735 miliar triliun. Massa Bulan memang jauh lebih kecil dibanding Bumi. Karena itu gravitasinya juga jauh lebih kecil, hanya 1,6 meter/detik2. Padang Gurun Raksasa Menjadi objek terdekat dari Bumi, Bulan tentunya menjadi target pertama terkait keingintahuan manusia. Mungkinkah ada kehidupan di Bulan? Bisakah manusia hidup di Bulan? Jawabannya. Tidak ada kehidupan di Bulan. Satelit Bumi ini adalah bola batuan dingin, kering, tanpa kehidupan, dan diselimuti gas tipis. Tidak ada udara untuk bernafas dan air hanya ada di daerah kutub dalam jumlah yang sedikit. Permukaan Bulan memang seperti gurun raksasa yang kering. Jika suatu hari kelak kita bisa mengunjungi Bulan seperti para astronaut dalam misi Apollo, maka kita akan menemukan temperatur ekstrim di permukaan Bulan. Saat siang hari di Bulan, temperaturnya bisa sangat panas sampai 127º C dan saat malam hari justru luar biasa dingin yakni 173º C. Di kutub utara dan selatan, temperatur justru jauh lebih ekstrim yakni – 238º C pada kawah di kutub selatan dan – 248º C pada kawah di kutub utara. Bukan hanya temperatur yang ekstrim, siang dan malam di Bulan juga lebih lama dari Bumi. Butuh 13,5 hari untuk pergantian siang dan malam. Tidak ada musim di Bulan karena kemiringan sumbu rotasinya hanya 1,54º. Meskipun tidak ada musim, kemiringan sumbu rotasi tersebut membuat beberapa lokasi di Bulan tidak pernah mengalami siang. Artinya ada lokasi malam abadi di Bulan. Permukaan Bulan Permukaan Bulan. Kredit NASA Permukaan Bulan tidak mulus. Ketika masih muda, Bulan pernah mengalami tabrakan asteroid yang menghasilkan terbentuknya kawah di permukaan. Di Bulan, ada wilayah terang dan gelap. Wilayah terang merupakan dataran tinggi sedangkan yang gelap merupakan lautan yang diberi nama Maria atau Mare bentuk tunggal. Yang jelas tidak ada air dan ini bukan lautan seperti Bumi. Maria merupakan dataran basalt yang lebih rendah dari dataran tinggi Bulan. Wilayah Maria yang gelap terbentuk dari pembekuan banjir lava yang keluar dari retakan permukaan Bulan akibat tabrakan asteroid miliaran tahun lalu. Maria lebih gelap karena lava beku tersebut kaya dengan besi. Area Bulan yang tampak dari Bumi disebut sisi dekat sedang yang tidak pernah tampak disebut sisi jauh. Permukaan sisi dekat Bulan merupakan lapisan kaya kalsium dan batuan mirip batu granit. Di bawah lapisan ini ada selubung batuan yang kaya mineral serta inti besi. Bulan hampir tidak memiliki atmosfer. Hanya ada gas tipis yang menyelubungi pengiring Bumi tersebut. Akibat gravitasi yang hanya 1/6 gravitasi Bumi, Bulan tidak mampu mempertahankan atmosfernya tersebut. Akan tetapi, selubung gas tipis itu akan selalu diperbaharui dengan materi dari angin Matahari. Saat ini aktivitas geologi di Bulan sudah tidak terjadi lagi. Tanpa angin dan air, tidak ada erosi yang terjadi. Akibatnya, hampir tidak ada perubahan yang terjadi pada permukaan selama 2 miliar tahun. Pasangan Bumi – Bulan Dulu ketika Bumi masih muda, ada benda sebesar Mars yang menabrak sehingga rotasi Bumi pun jadi lebih cepat, hanya 6 jam! Akibat tabrakan, terbentuklah Bulan di dekat Bumi. Ketika baru terbentuk, jarak Bulan jauh lebih dekat dibanding jaraknya sekarang. Bulan memang tampak mengelilingi Bumi. Akan tetapi, Bumi dan Bulan sebenarnya berputar mengelilingi barisenter atau titik kesetimbangan atau titik pusat massa di antara keduanya. Karena massa Bumi lebih besar dari Bulan, titik kesetimbangan Bumi dan Bulan masih berada dalam jejari Bumi. Dengan demikian, Bulan pun tampak mengelilingi Bumi. Berada dekat dengan Bumi tentu ada pengaruh gravitasi saat Bumi dan Bulan saling berinteraksi. Ketika Bumi berotasi, gravitasi Bulan menyebabkan terjadinya pasang surut pada lautan di Bumi. Efek pasang surut ini juga menyebabkan rotasi Bumi melambat, sehingga satu hari jadi lebih panjang. Ketika rotasi bumi melambat, Bulan pun menjauhi Bumi. Setiap tahun Bulan menjauhi Bumi sejauh 3,8 cm. Fase Bulan. Kredit langitselatan Bukan hanya itu. Bumi dan Bulan punya hubungan menarik lainnya. Bulan butuh 27,3 hari untuk mengelilingi Bumi. Akan tetapi, Bumi juga bergerak mengelilingi Matahari. Akibatnya, Bulan butuh 29,5 hari untuk kembali ke posisi yang sama di langit malam. Waktu 29,5 hari tersebut merupakan waktu yang dibutuhkan Bulan untuk menyelesaikan satu siklus fasenya. Fase Bulan yang dimaksud adalah perubahan bentuk Bulan jika dilihat dari Bumi. Tapi, bukan berarti Bulan mengubah bentuknya. Bulan tetap bundar dengan sisi dekat yang menerima cahaya Matahari sisi siang dan sisi jauh yang membelakangi Matahari sisi malam. Yang berbeda adalah sudut pandang pengamat di Bumi terhadap Bulan yang bergerak mengelilingi Bumi. Saat Bulan mengelilingi Bumi, ada kalanya Bulan berada di antara Matahari dan Bumi. Akibatnya sisi dekat yang berhadapan dengan Bumi tidak menerima cahaya Matahari, sedangkan sisi jauh yang menerima cahaya Matahari justru membelakangi pengamat. Fase ini disebut Bulan Baru, dan Bulan tidak tampak di malam hari. Ketika Bulan bergerak mengitari Bumi, porsi wajah Bulan yang menerima cahaya Matahari tetap sama, tapi sisi terang yang tampak oleh pengamat mengalami perubahan dan kita melihat sebagian sisi siang Bulan yang menerima dan memantulkan cahaya Matahari. Akibatnya kita melihat Bulan Setengah, Bulan Cembung, ataupun Bulan Sabit. Ketika Bulan berada bersebrangan dengan Matahari, maka sisi dekat Bulan yang berhadapan dengan pengamat di Bumi menerima dan memantulkan cahaya Matahari. Akibatnya Bulan tampak seperti lingkaran terang di langit malam. Fase ini kita sebut Purnama. Skema Gerhana Matahari dan Gerhana Bulan. Kredit langitselatan Bulan Baru dan Bulan Purnama adalah saat dimana posisi Bumi, Bulan, dan Matahari sejajar. Ketika Bulan berada sejajar di antara Matahari dan Bumi, maka bisa terjadi gerhana Matahari karena Bulan menghalangi cahaya Matahari. Sementara itu, ketika Bumi berada di antara Bulan dan Matahari, justru Bumi yang menghalangi cahaya Matahari sehingga terjadi gerhana Bulan. Tapi, gerhana tidak terjadi setiap bulan karena perpotongan orbit Bumi dan Bulan memiliki kemiringan sebesar 5º. Meskipun tidak terjadi tiap Bulan, kita bisa mengalami empat sampai tujuh gerhana Matahari dan Bulan setiap tahunnya. Paling sedikit kita bisa mengamati 2 Gerhana Bulan dan 2 Gerhana Matahari. Sebutkan Tokoh Utama Dan Tokoh Pendamping Cerita Antara Bulan Dan Bintang Apakah Kamu mau mencari artikel tentang Sebutkan Tokoh Utama Dan Tokoh Pendamping Cerita Antara Bulan Dan Bintang tapi belum ketemu? Pas sekali untuk kesempatan kali ini admin blog akan membahas artikel, dokumen ataupun file tentang Sebutkan Tokoh Utama Dan Tokoh Pendamping Cerita Antara Bulan Dan Bintang yang sedang kamu cari saat ini dengan lebih baik. Dengan berkembangnya teknologi dan semakin banyaknya developer di negara kita, maka dari itu saat ini banyak sekali aplikasi dan game baru yang bermunculan di apps store. Tentunya dengan banyaknya pilihan apps akan membuat kita lebih mudah untuk mencari juga memilih apps yang kita sedang butuhkan, misalnya seperti Sebutkan Tokoh Utama Dan Tokoh Pendamping Cerita Antara Bulan Dan Bintang. ☀ Lihat Sebutkan Tokoh Utama Dan Tokoh Pendamping Cerita Antara Bulan Dan Bintang Tidak hanya Sebutkan Tokoh Utama Dan Tokoh Pendamping Cerita Antara Bulan Dan Bintang disini mimin akan menyediakan Mod Apk Gratis dan kamu dapat mengunduhnya secara gratis + versi modnya dengan format file apk. Kamu juga dapat sepuasnya Download Aplikasi Android, Download Games Android, dan Download Apk Mod lainnya. Detail Sebutkan Tokoh Utama Dan Tokoh Pendamping Cerita Antara Bulan Dan Bintang Nama Sebutkan Tokoh Utama Dan Tokoh Pendamping Cerita Antara Bulan Dan Bintang Kategori Apps Ukuran Bervariasi Versi Versi Terbaru Jenis File Apk, Data, Mod Android Minimal Semua Versi Android Rating 4,7 Pemasangan Internet Tanpa Internet Sebutkan Tokoh Utama Dan Tokoh Pendamping Cerita Antara Bulan Dan Bintang Sebutkan Tokoh Utama Dan Tokoh Pendamping Cerita Antara Bulan Dan Bintang Suggest Sebutkan Tokoh Utama Despicable MeSebutkan Tokoh Utama ToySebutkan Tokoh Tiga SerangkaiSebutkan Tokoh Panitia SembilanSebutkan Tokoh Pendiri Asean Terimakasih ya kawan telah berkunjung di blog kecil saya yang membahas tentang android apk, download apk apps, apk games, appsapk, download apk android, xapk, download apk games, download game android apk, download game apk, free apk, game android apk, game apk. Selain itu, dibawah ini kami juga menampilkan beberapa artikel yang tentunya masih terhubung dengan Sebutkan Tokoh Utama Dan Tokoh Pendamping Cerita Antara Bulan Dan Bintang. Memahami Unsur Intrinsik Cerpen Cerpen merupakan sebuah karya fiksi yang pendek, dan memiliki unsur intrinsik yang harus dipahami terlebih dahulu … Urusan Bulan Jawa, Apa yang Harus Kamu Ketahui? Urusan bulan Jawa adalah sistem kalender tradisional yang diterapkan di Jawa. Sama … Pemeran Dunia Terbalik tahun 2023 Cerita Cinta dan Petualangan Pada tahun 2023, dunia terbalik akan berbeda dari biasanya. Beberapa tokoh … – Download Larva Heroes 2 Lavengers Mod Apk Unlimited Gold+Candy Terbaru Android Kalau kamu menyukai game yang bergenre … Mencari game PC terbaik yang tepat untuk dimiliki di tahun 2023? Tentu saja tidaklah mudah. Dengan banyaknya game baru yang … Tugas Sekretaris Kelas, Setiap Sekolah Memerlukan Pekerjaan yang Sangat Penting Semua orang tahu bahwa tugas sekretaris kelas merupakan salah satu … Tahun 2021 telah menjadi tahun yang menarik bagi para pecinta anime. Terdapat banyak anime baru yang dirilis pada tahun ini, … Kuliner malam di Jogja tak hanya menyuguhkan beragam menu lezat, tapi juga pemandangan yang menarik. Kota yang terkenal sebagai kota … Story di Instagram mungkin menjadi salah satu fitur yang paling populer di platform media sosial ini. Ratusan juta orang di … Pergi ke Medan adalah hal yang menyenangkan. Banyak hal yang bisa kamu lakukan, dan salah satu yang paling populer adalah … Cerpen Karangan HRainKategori Cerpen Fantasi Fiksi Lolos moderasi pada 21 March 2018 Ketika malam mulai menampakkan diri, bulan terlihat menerangi, seakan dialah benda paling indah di angkasa. Meskipun dia sendiri tahu, bintanglah yang selalu menyinarkan cahaya yang begitu nyaman untuk bumi. Bintang juga yang membuat bulan dapat memiliki cahaya. Dengan kerendahan hatinya, bintang seakan tidak mempedulikan semua pujian untuk bulan, mereka dengan setia tetap menemani malam kelam di bumi. Ketika semua orang sibuk memuji bulan, bintang hanya bisa tersenyum, tidak ada sedikitpun kedengkian yang menyelimutinya. “Wahai bintang, kenapa kamu tetap diam, padahal bulan yang selalu dipuji untuk kerja kerasmu?” tanya bumi suatu malam. Dengan senyuman yang begitu manis, bintang menjawab dengan kelembutannya. “Lalu aku harus bagaimana? Bukankah itu memang tugasku untuk menemani malam yang begitu mencekam? Apakah aku harus iri? Padahal Dia tidak pernah marah meskipun hamba-Nya lupa.” “Apa kamu benar-benar tidak ingin menerima pujian?” tanya Angin yang ikut dalam pembicaraan. “Meskipun tidak dipuji, apa itu membuat sinarku menghilang? Tidak.., aku tidak butuh pujian untuk menemani malam.” “Apa kamu tidak ingin menjadi bulan?” tanya bumi lagi. Dengan tersenyum bintang menggeleng lembut. “Aku menyukai diriku apa adanya, meskipun banyak yang memuji bulan, tetap ada yang tahu bahwa aku yang menemani malam mereka. Itu sudah cukup untukku. Aku hanya ingin hidup bahagia dengan menjadi diriku sendiri.” Begitulah sang bintang, meskipun banyak yang tidak mempedulikannya, dia tetap menjalankan tugasnya tanpa merasa terbebani. Hatinya terlalu suci untuk merasa iri kepada bulan. Meskipun banyak yang memuji bulan atas apa yang ia kerjakan, itu tidak membuatnya marah ataupun memusuhi bulan. Dia sangat dekat dengan sang bulan. Cerpen Karangan HRain Facebook Hilya Cerpen Antara Bulan Dan Bintang merupakan cerita pendek karangan HRain, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya. "Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!" Share ke Facebook Twitter WhatsApp " Baca Juga Cerpen Lainnya! " Anak Kucing Yang Tidak Bersyukur Oleh M Kurniadi Dahulu kala, lahirlah seekor anak kucing. Ia tidak bersyukur dilahirkan dari perut ibunya, mengapa? karena ibunya itu seekor kucing yang kurus, jelek dan kotor. Anak kucing itu tidak mau Story of The Arthur Pendragon Oleh Merscullen Kau percaya pada neraka? Pada Karma dan segalanya? Well Arthur tidak percaya akan itu semua. Karena, hatinya sudah terlalu lelah menunggu saat-saat karma melaksanakan tugasnya dengan baik sedang sang Ada Batas Yang Membuat Kita Mengerti Oleh Donny Maulana Ia masih memegang sapu, ketika ada seorang pria terengah-engah bersembunyi di balik pagar tinggi rumahnya. Dari jauh terdengar teriakan maling… maling… terdengar kian mendekat. “Tolong saya, mas” kata orang Der Zauber Si Penyihir Part 1 Oleh Emi Ivana Novia Seorang gadis tampak asik membaca buku sambil berjalan menuju ke kelasnya. Ia memang sangat senang sekali membaca. Bukan buku pelajaran yang ia suka. Melainkan ia sangat suka novel. Sekarang Hell of the World Oleh Cha_sa Embun pagi dengan kicauan burung? Tidak ada hal manis seperti itu lagi di dunia ini. Hal-hal indah seperti itu hanya dimiliki oleh para penguasa dan konglomerat yang mampu membayar. “Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?” "Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan loh, bagaimana dengan kamu?" Artikel ini membahas tentang cerpen cerita pendek, meliputi unsur, ciri-ciri cerpen, struktur cerpen, dan contohnya. — Di antara bentuk karya cerita fiksi, kamu paling akrab sama jenis yang apa, sih, Brainies? Novel, kah? Puisi, pantun, atau cerpen? Salah satu karangan fiksi yang mudah sekali ditemui adalah cerpen. Cerpen adalah singkatan dari cerita pendek. Sesuai dengan namanya, membaca cerpen dapat dilakukan hanya dalam hitungan menit atau jam saja. Beda, ya, konsepnya dengan membaca novel. Novel memuat cerita kompleks dan memiliki banyak tokoh serta latar cerita. Kompleksitas tersebut agak sulit jika dihabiskan hanya dalam satu atau dua jam. Sebaliknya, membaca cerpen dapat dilakukan dalam sekali duduk’. Misal, ketika menunggu kereta, bus, ojek online, atau ketika sedang mengantre. Ciri-Ciri Cerpen Secara garis besar, cerpen biasanya dituliskan dalam 4-15 halaman. Meski begitu, ada juga cerpen yang melebihi jumlah halaman tersebut. Jakob Sumardjo membagi tiga jenis cerpen berdasarkan jumlah halaman cerpen pendek dengan isi satu halaman cerpen 4-15 halaman cerpen panjang yang ditulis 20 hingga 30 halaman. Terdapat ciri-ciri cerpen yang membedakannya dengan jenis karya fiksi lain 1. Fokus pada suatu konflik atau masalah Cerpen hanya menceritakan satu fokus permasalahan atau ide. Tidak begitu mendetail, hanya menggambarkan satu ide pusat secara garis besar. Makanya, sering kali cerpen ditulis kurang lebih dalam saja. 2. Fokus pada satu tokoh Pusat cerpen tertuju pada tokoh utama pada suatu latar atau situasi cerita tertentu. Maka dari itu, tidak heran bahwa penggambaran tokoh dalam cerpen tidak begitu mendetail. 3. Bersifat fiktif Yha, sesuai dengan konsepnya, cerpen adalah bagian dari karya fiksi. Meski begitu, bukan berarti cerita yang dituliskan tidak benar adanya. Inspirasi menulis cerpen dapat diambil dari pengalaman penulis atau orang lain yang merupakan kegiatan sehari-hari. 4. Penggunaan bahasa sehari-hari Penulisan cerpen biasanya menggunakan bahasa yang digunakan sehari-hari atau nonformal. Nah, catat, nih. Berbeda dengan hikayat yang sering kali menggunakan metafora dan bahasa kuno. 5. Ada kesan dan pesan Cerpen biasanya meninggalkan pesan atau kesan tertentu untuk pembacanya. Penggambaran konflik di dalam cerpen umumnya mencakup awal konflik dengan sebab-akibat hingga resolusi atau pemecahan masalah. Dari sinilah, pembaca memahami pesan atau kesan yang dapat diambil dari suatu cerpen. Struktur Cerpen Brainies, catat beberapa struktur cerpen di bawah ini, ya. Jangan sampai tertukar dengan struktur karya fiksi lainnya, lho. 1. Abstrak Abstrak dalam cerpen adalah gambaran awal dari sebuah cerita. Struktur cerpen yang satu ini bersifat opsional, yang tidak selalu ada dalam cerpen, ya. Abstrak inilah yang nantinya dikembangkan menjadi sebuah cerita pendek. 2. Orientasi Hal-hal yang berkaitan dengan latar cerita, seperti tempat, suasana, dan waktu, semua itu masuk ke dalam struktur cerpen orientasi atau perkenalan. Di bagian ini, pengarang mengatur adegan dan menginformasikan hubungan antar tokoh. 3. Komplikasi Walau tidak memiliki tingkat kompleksitas serumit novel, cerpen juga mempunyai konfliknya sendiri, lho. Struktur cerpen komplikasi ini mencakup urutan kejadian atau permasalahan yang memiliki hubungan sebab akibat. Di tahap ini juga, biasanya penceritaan karakter dari tokoh semakin kuat digambarkan. 4. Evaluasi Evaluasi di dalam cerpen merupakan bagian yang menceritakan klimaks permasalahan dalam cerita. Dalam struktur ini juga mulai disebutkan penyelesaian masalah yang terjadi. 5. Resolusi Resolusi mencakup bagian yang menerangkan pemecahan masalah. Di sini, pembaca akan diberikan penjabaran cerita mengenai solusi yang diambil oleh tokoh. 6. Koda Amanat, pesan, atau pembelajaran, semua hal tersebut termasuk ke dalam koda. Pembaca akan diajak untuk mengambil hikmah dari cerpen tersebut. Baca juga Contoh Cerpen Berdasarkan Jenisnya, Wajib Paham! Unsur – unsur Cerpen Cerpen dibangun dari dua unsur, yaitu intrinsik dan ekstrinsik. Unsur Intrinsik adalah unsur pembangun karya sastra yang ada di dalam karya sastra, meliputi tema, tokoh, alur, latar, sudut pandang, amanat, dan gaya bahasa. Sedangkan unsur ekstrinsik cerpen adalah unsur pembangun yang ada di luar karya sastra, seperti latar belakang pengarang, latar belakang masyarakat, dan nilai-nilai kehidupan. Kita simak penjelasannya yuk 1. Tema Tema adalah gagasan utama yang disampaikan pengarang dalam cerpen. 2. Tokoh dan Penokohan Tokoh adalah pelaku dalam cerpen, sementara penokohan adalah penggambaran karakter tokoh dalam cerita. 3. Latar Latar merupakan gambaran tempat, waktu, dan suasana dalam cerpen. 4. Alur dan Plot Alur adalah rangkaian peristiwa yang membentuk jalannya cerita. Ada alur maju, alur mundur, dan alur campuran. Nah, kalau plot itu merupakan peristiwa yang mengandung hubungan sebab akibat. 5. Sudut Pandang Sudut pandang adalah cara pengarang melihat berbagai macam kejadian dalam cerpen. Sudut pandang dalam cerpen serta novel biasanya dibagi menjadi dua jenis, yaitu sudut pandang orang pertama dan sudut pandang orang ketiga. 6. Amanat Amanat adalah pesan yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca. Misalnya, tentang pentingnya bekerja keras, tidak meremehkan orang lain, bersikap sopan, dan sebagainya. 7. Gaya Bahasa Gaya bahasa adalah pemakaian bahasa yang digunakan pengarang untuk bercerita. 8. Latar Belakang Pengarang Setiap pengarang memiliki latar belakang yang berbeda, sehingga memberi dampak terhadap karya yang dihasilkan. Misalnya cerpen Juru Masak karya Damhari Muhammad. Damhari merupakan penulis asal Sumatera Barat. Itu sebabnya, cerpen Juru Masak berlatar di daerah tersebut. 9. Latar Belakang Masyarakat Latar belakang masyarakat adalah tempat penulis berada, sehingga memengaruhi penulis dalam membuat karya. Biasanya berhubungan dengan nama tokoh dan adat istiadat yang berlaku. 10. Nilai Kehidupan Nilai kehidupan adalah nilai atau norma yang berlaku di masyarakat dan memengaruhi proses penciptaan sebuah cerpen. Ada nilai agama, nilai sosial, nilai budaya, dan nilai moral. Kebahasaan Cerpen Cerpen banyak menggunakan verba, konjungsi, kalimat tidak langsung, kalimat langsung, dan kata lampau. Cerpen memiliki ciri-ciri kebahasaan sebagai berikut 1. Mengandung kalimat bermakna lampau, seperti ketika, beberapa tahun lalu, telah terjadi, dan sebagainya. 2. Menyatakan urutan waktu dengan konjungsi kronologis, seperti sejak saat itu, mula-mula, kemudian, sebelum, lalu, dan sebagainya. 3. Menggunakan kata kerja verba yang mengandung tindakan, seperti melompat, melirik, membaca, serta kata kerja yang berhubungan dengan perasaan, seperti berharap, mencintai, atau menginginkan. 4. Menggunakan kalimat tak langsung seperti menanyakan, mengungkapkan, mengatakan bahwa, serta kalimat langsung berupa percakapan antar tokoh dengan tanda kutip. Baca juga Apa itu Novel? Kenalan dengan Ciri, Struktur, dan Kebahasaannya, Yuk! Contoh Cerpen Aku, Ibu, dan Putri Bulan Cerpen Eko Sugiarto Dimuat di SKH Kedaulatan Rakyat, 12 Juni 2011 Ibu, sampai detik ini tak juga aku bisa memahamimu. Tak juga tahu apa arti di balik setiap senyummu. Aku tak pernah bisa membedakan kapan saatnya kau bersedih dan kapan saatnya kau bahagia. Saat ayah meninggal, tak kulihat kau menitikkan air mata. Bahkan, kau masih sempat tersenyum saat teman temanku datang ke rumah, beberapa saat setelah ayah dimakamkan. Padahal, aku bisa merasakan betapa beratnya beban yang harus kaupikul setelah itu. Aku tak pernah bisa membayangkan bagaimana kau lalui semua ini. Sendiri, tanpa ayah. Saat aku menerima toga, engkau juga tersenyum. Padahal saat itu aku tak bisa membendung air mata. Entah air mata untuk siapa. Mungkin untuk ayah yang telah damai di sana, mungkin juga untuk ketegaranmu. Ketegaran seorang ibu yang telah mengantarkanku menjadi seorang sarjana. Kuharap belum terlambat untuk bisa memahami setiap senyumanmu. Senyum yang selalu mendamaikan hatiku. Ibu, izikan aku memahamimu. Malam dingin mencekat. Aku terpekur. Tak ada yang ingin aku kerjakan. Bahkan aku tak tergerak keluar rumah sekadar untuk menatap purnama tanggal lima belas yang sedang bulat penuh karena hanya akan mengingatkanku kepadamu, Ibu. Membuatku semakin ingin bermanja di pangkuanmu sembari mendengar dongeng tentang ksatria yang terbang menuju bulan dengan kuda terbangnya untuk menjemput sang putri yang ditawan makhluk jahat di bulan. Itulah kenapa selalu terlihat bercak hitam di bulan, meskipun saat purnama penuh sebab di bulan masih ada makhluk jahat bermuka hitam. Makhluk jahat berambut gimbal, panjang hampir menyentuh tanah. Makhluk jahat yang telah beberapa kali turun ke bumi untuk menculik gadis-gadis kecil yang nakal untuk dijadikan teman sang putri yang menjadi tawanannya. Begitu salah satu cerita yang pernah meluncur lancar dari bibirmu, Ibu. Saat aku masih jadi anak satu satunya. Saat aku belum pernah berpikir bahwa kelak akan lahir adik-adik yang membuatku cemburu karena aku harus berbagi kasih sayang yang kauberikan dengan mereka. Malam bertambah larut. Aku bertambah ngelangut. Ingin memajamkan mata, tak bisa. Wajah ibu menyergap mengisi seluruh ruang kenanganku. Muncul begitu tiba tiba di depan mata. Bahkan saat terpejam pun, wajah ibu seakan lekat di balik kelopak mata. Putri yang ditawan makhluk jahat di bulan. Dongeng yang selalu kuingat setiap kali memandang bulan yang sedang purnama penuh. Terlepas dari ada atau tidak, yang jelas aku terobsesi dengan dongeng itu. Kata ibu, putri yang ditawan di bulan itu begitu cantik. Dengan kecantikannya konon putri itu bisa meluluhkan setiap hati, termasuk hati makhluk jahat yang menawannya. Karena itulah makhluk jahat itu tak pernah menyentuh sang putri. Hanya memandangnya, cukuplah itu. Tak heran ketika itu aku sering berkhayal menjadi sang putri. ”Pasti senang jadi sang putri, ya Bu. Bisa leluasa menatap bumi.” ”Siapa bilang. Meskipun segala keperluannya dipenuhi, sang putri tetap ingin kembali ke bumi.” ”Lho, memangnya kenapa, Bu?” ”Sebab dia tak bisa hidup sendiri. Di bulan dia kesepian. Karena itulah sang pangeran berkali-kali berusaha menyelamatkan sang putri. Tapi selalu gagal. Entah sampai kapan sang putri akan menjadi tawanan.” Dongeng ini selalu diulang oleh ibu kepada adik adikku setiap kali bulan purnama tiba. Anehnya, setiap kali ibu mendongeng, aku pasti ikut mendengarkannya. Selalu saja ada hal baru yang ditambahkan ibu setiap kali mendongeng, meskipun inti dan jalan ceritanya tetap sama. Kebiasaan ikut mendengarkan dongeng itu terus berlanjut sampai akhirnya pada suatu malam, beberapa hari setelah meninggalnya ayah, ibu kembali mendongeng tentang putri yang ditawan makhluk jahat di bulan. Saat itu, adikku yang umurnya belum genap tiga tahun tiba tiba bertanya, ”Bu, berarti ayah sudah bisa bertemu dengan sang putri di bulan sana, ya. Berarti ayah sudah senang?” Karena tak sanggup menahan air mata, aku meninggalkan mereka. Tapi ibu masih setia melanjutkan dongengnya. Entah bagaimana caranya ibu bisa menyembunyikan kepedihan hatinya dari adik-adikku ketika itu. Menjelang tengah malam, ibu datang ke kamarku. Dia mengetuk pintu berkali-kali. Aku pura-pura memejamkan mata. ”Ibu tahu kau belum tidur. Ibu tahu apa yang kaurasakan. Adikmu benar. Ayahmu telah bahagia di sana. Kita hanya bisa mendoakannya,” tiba-tiba saja ibu sudah duduk di tepi ranjangku. Aku menghambur ke dada ibu. Terisak di pelukan ibu. ”Kau sekarang sudah dewasa. Apa kau tak ingin cari pendamping hidup?” Aku mengernyitkan kening. Sejak kepergian ayah, inilah kali pertama ibu menyinggung masalah pendamping hidup.. ”Bagaimana? Apa kau sudah punya pilihan?” tanya ibu sambil tersenyum. ”Pilihan?” Ibu mengangguk. ”Ya. Pilihan. Pilihan sebagai pendamping hidup? Sudah punya?” ”Bukankah Ibu saja sudah cukup sebagai pendamping hidupku?” ”Tidak, Nak. Ibu tak mungkin mendampingimu selamanya, juga adik-adikmu. Ibu telah tua. Ibu tak ingin kau kesepian.” Dadaku sesak tiba-tiba. Sebuah impitan begitu keras menekanku. Ah, Ibu. Berarti selama ini kau merasa kesepian. Kupikir keberadaanku di sisimu bisa sedikit mengobati kesepianmu semenjak kepergian ayah. Juga tawa ceria adik-adik. Ternyata aku salah. Malam kian larut. Sengaja aku tak keluar rumah. Bahkan sekadar untuk menatap purnama penuh tanggal lima belas yang selalu mengingatkanku kepada dongeng dongeng yang meluncur dari bibir ibu. Lembut dan menghanyutkanku ke alam mimpi…. — Itu dia, Brainies, serba serbi ciri-ciri cerpen hingga contohnya yang baru saja kamu baca. Semoga bisa menambah pengetahuan kamu, ya! Kalau ada pertanyaan, tulis di kolom komentar atau tanya langsung ke STAR Master Teacher di Brain Academy. Referensi Sugiarto, Eko. 2014. Mahir Menulis Cerpen Panduan bagi Pelajar. Yogyakarta Suaka Media. Masruroh, Ainun. 2021. Rambu-Rambu Menulis Cerpen. Yogyakarta Penerbit Anak Hebat Indonesia.

siapa tokoh utama pada cerita pendek antara bulan dan bintang